Dalam menghadapi tantangan kompetisi lokal yang semakin ketat, Bank S menyadari pentingnya memperkuat kapasitas kepemimpinan di tingkat Kantor Cabang Pembantu (KCP). Terbatasnya sumber daya manusia yang siap menghadapi tuntutan perubahan menuntut peran pemimpin tidak hanya sebagai manajer administratif, tetapi juga sebagai mobilizer—penggerak tim yang proaktif, berkomitmen pada integritas, dan memiliki visi jangka panjang.
Tantangan: Kesenjangan Peran Pemimpin di Lapangan
Pemimpin KCP sering kali dihadapkan pada peran ganda: menjalankan fungsi operasional sambil memotivasi tim untuk mencapai target yang lebih tinggi. Namun, masih banyak dari mereka yang belum sepenuhnya percaya diri dalam melakukan coaching, menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG), atau mengambil keputusan strategis secara mandiri.
Kondisi ini mendorong Bank S untuk menggandeng FIC dalam merancang solusi pelatihan yang tidak hanya menyasar peningkatan pengetahuan, tetapi juga berdampak nyata pada perilaku dan kinerja lapangan.
Solusi: Pelatihan Interaktif 2 Hari Bersama FIC
FIC merancang dan menyelenggarakan pelatihan intensif selama 2 hari pada Juli 2025. Pendekatan pelatihan ini berbasis partisipatif dan aplikatif, dengan kombinasi metode:
-
Studi kasus nyata
-
Role play simulatif
-
Diskusi kelompok
Materi pelatihan dirancang untuk meningkatkan kompetensi utama seperti:
-
Adaptive Leadership: bagaimana menjadi pemimpin yang tangguh dalam situasi dinamis
-
Coaching & Motivation: membangun kemampuan membina dan memberdayakan tim
-
GCG & Integrity: memperkuat prinsip tata kelola yang baik
-
Decision Making: pengambilan keputusan yang berbasis data dan konteks
Hasil Terukur: Dampak yang Nyata dan Konsisten
Pelatihan ini menunjukkan hasil yang signifikan dan terukur:
-
96,7% peserta merasa sangat puas, dengan skor rata-rata di atas 80, tertinggi mencapai 86,25.
-
Peningkatan kompetensi sebesar rata-rata +3,6%, dengan capaian individu tertinggi hingga +21,95% dari pre-test ke post-test.
-
Peningkatan kepercayaan diri pimpinan cabang dalam memimpin tim dan melakukan sesi coaching internal.
Dampak Lapangan: Transformasi yang Terlihat
Beberapa perubahan konkret yang dirasakan setelah pelatihan antara lain:
-
Pimpinan cabang menjadi lebih percaya diri dan aktif dalam memberikan coaching kepada tim.
-
Penerapan prinsip integritas dan GCG menjadi lebih konsisten dalam operasional harian.
-
Munculnya strategi nyata untuk mengatasi berbagai tantangan seperti penurunan Dana Pihak Ketiga (DPK), pengelolaan risiko NPL, serta tim pasif yang kini lebih produktif.
Rekomendasi Lanjutan: Konsistensi adalah Kunci
Untuk memastikan hasil pelatihan terus berdampak, FIC merekomendasikan:
-
Sesi lanjutan terkait negosiasi dan kredit komersial untuk memperdalam keterampilan strategis.
-
Program coaching mingguan di seluruh KCP guna memperkuat penerapan materi pelatihan dan menciptakan budaya belajar berkelanjutan di lapangan.
Kesimpulan: Pelatihan Berbasis Hasil sebagai Investasi Strategis
Melalui studi kasus ini, terbukti bahwa pelatihan yang dirancang secara terstruktur dan berbasis hasil dapat membawa perubahan nyata, baik dari sisi kompetensi individu maupun kinerja organisasi. FIC percaya bahwa setiap pemimpin di lini depan dapat menjadi penggerak perubahan—selama mereka diberikan alat, pendekatan, dan dukungan yang tepat.
Pelatihan bukan hanya soal pengetahuan, tetapi soal transformasi sikap dan tindakan. Dan itulah yang dilakukan oleh FIC untuk Bank S—mengubah potensi menjadi performa nyata.


